Kamis, 14 Juni 2018

Perjalanan Pulang Liburan 2017

Naik Bis

Zaman sekolah dulu, naik bis adalah hal yg biasa. Perjalanan kurang lebih satu jam itu diawali dengan menunggu datangnya si bis. Bisa 5 menit bisa juga satu jam lebih. Hehehe

Banyak nya anak Ngawi yg mau belajar di kota sebelah, yaitu Madiun menjadikan tiap senin pagi sangat banyak sekali anak sekolah yg terlihat kompak nunggu dan antri kedatangan bis kesayangan. ๐Ÿ˜Š Karena sedikit banyak mereka memilih cari kost an di Madiun. Seperti aku. Senin berangkat, rabu pulang atau sekalian sabtu pulang sekolah baru mudik ke Ngawi.

Tarif bis untuk anak sekolah waktu itu hanya Rp. 500 tok. Itu klau pakai bis lintas Propinsi atau bis malam. Jika terpaksa harus naik bis antar kota dalam Propinsi, tarif nya Rp. 1.000,-. Murah kan ya?? ๐Ÿ˜ seneng nya lagi kl ada kakak kelas yg bilang "wes, sekalian iki wae, Va“ hehehe. Semoga yg baik hati seperti itu sekarang Alloh mudah kan rizki nya. Amiin.

Hari Senin, hari yg sangat biasa untuk telat. Kena marah waka kesiswaan atau guru BK sudah biasa. Heheh apalagi masuk kelas nya pak Karsono. Di marah tentulah pasti, walaupun sudah bawa kartu dispensasi dr BK. Mohon maaf ya Pak Guru. Bukan Pilih ² Bis, hanya ingin cepat diperjalanan. Krn kl pake bis angkel, pasti akan lama. Krn pasti akan berhenti lama saat di pasar atau terminal. Apalagi kl sampai terminal Madiun, harus oper cari bis lainnya. Begitu lah Pak Guru, semoga memahami kami waktu itu. ๐Ÿ˜‰

Tapi ada lucu nya juga sih kl naik bis engkel itu. Kadang ada tulisan² iseng di tempat duduk bis. Jaman dulu, saat belum marak hp. Kursi penumpang itu dijadikan mading untuk kirim - mengirim salam. Hahaha... Ada yg nulis pakai tipe-x ada yg sekedar pakai pulpen. Hanya sebatas itu. Kl anak jaman now, pastilah chat dg menggunakan sekian banyak aplikasi sosmed saat ini. Semoga sj Anak² jaman sekarang dan yg paling penting adalah #mengingatkan_diri_sendiri semoga bisa menggunakan media komunikasi elektronik itu dengan bijak, cerdas, dilandasi keimanan.

Ehhhh... Kembali ke Bis. Hehehe efek ndak sigap dan terlalu santai tentang tiket pulang. Yach akhirnya harus pakai bis. Alhamdulillah sih masih dapat tiket. Krn rencana pulang tgl 27 jd gagal. Semua Po bis sudah penuh juga. Adanya ya tinggal armada ini saja.

Nah... Karena itulah saat ini sedang berusaha sabar dan menikmati datangnya bis. Delay sudah 5 jam lebih๐Ÿ˜ญ belum nongol juga yg di tunggu. Zaman sekolah dulu santai saja, krn kan masih ada upacara dan biasanya terlambat nya jamaah. Beda dg saat ini. Sudah jam 01.05, dini hari, saat nikmatnya terlelap hehehe disini malah ada perasaan ngeri dan sebel lihat polah beberap laki² dan perempuan yg keluar masuk tempat maksiat. Iiiihhhh ngeri๐Ÿ˜ก.

Tinggal 7 orang yg bernasib sama disini. Nunggu datangnya bis.

Mohon maaf ya teman² kemungkinan besok belum bisa masuk kerja. ๐Ÿ˜”

To be continued ya...

#ceritajamandulu
#Efek_bosen
#jangan_dibaca

... Alhamdulillah, jam 02.07 bis yg ditunggu datang juga.

Tak sesuai bayangan... Kursi yg tertera di tiket sudah ada yg ngisi. Dan kok bisa semua kursi telah penuh. Padahal kami ber-7 yg punya tiket atas nama po resmi bis ini.

Walaupun ada seorang bapak yg merelakan kursi nya untuk kami, jelas saja ini bukan lah keadilan. Sudah “ngoyot“ kami menunggu, malah harus upacara di bis. Siapa yg mau coba 12 jam harus berdiri, perjalanan jauh. Dari jawa barat sampai Jawa Timur. Ya kan??

Menunggu agak lama, akhirnya bapak agen resmi akhirnya menertibkan para penumpang selundupan dari po *a*u *ri*a. Alhamdulillah akhirnya kami ber-7 mendapatkan hak kami.

Kasian para penumpang selundupan itu, harus rela dan mau duduk di bawah. Diantara kursi. Mohon maaf ya mas mas... Kalian pun korban.

Jadi pengalaman, jangan mau ya kl nama tiketnya tidak sesuai bis yg dinaiki. Krn itu berarti kita telah ditipu oleh agen penjual tiket.

Jadi kapok naik bis jarak jauh. Tetap lebih enak naik kereta api. Heheh yg ndak setuju ndak papa. ๐Ÿ˜„

Subhanalladzi sakkhoro Lana, hadza wama kunna lahu muqrinina wa inna ila robbina lamunqolibun.

OTW to Ngawi

#ngeBis

Distatus sebelum nya ku katakan "kapok" naik bis jarak jauh. Hehehe mungkin sangat keterlaluan kali ya... Harusnya ndak boleh seperti itu ya... Maaf๐Ÿ˜”

Yang kurasakan memang sangat beda antara naik kereta api dg naik bis. Dari lamanya perjalanan bisa selisih 3-4 jam lebih. Lebih lama di bis drpd kereta. Di kereta Menurutku juga lebih mudah bergerak, lebih bebas drpd di bis. Fasilitas toilet ya tetap nyaman di kereta. Jam tiba pun kereta itu pasti disiplin. Seperti yg tertulis di tiket. Itu menurut ku... Jika ada yg mau menambah atau menyangkal Boleh ² sj. Silahkan.

Tadi pagi berangkat dr Cikampek jam 02.08 tgl 29 Desember 2017. walaupun secara tertulis di tiket adalah tgl 28 desember pukul 17.45. Sekarang jam 15.15 bis kami baru memasuki Mantingan. Semoga satu jam lagi bisa sampai rumah.
Melihat baterai hp sudah low. Hahaha ada berita yg mesti disimak masalahnya. Jd on terus. Sempat gerimis juga membaca puisi nya FH dan Demiz. Itulah perjalanan hidup. Kadang kita harus bisa menerima semuanya ketetapan itu. Walaupun berat rasanya.

#masihotwngawi


29 Desember 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar