Kamis, 14 Juni 2018

Kenangan di Rantauan

Saat seperti ini, jadi ingat tentang perjalanan hidup di tanah Rantau sana.

10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Niatan untuk mendapatkan semua, materi iya ibadah ya jelas tentu. Karena tak mungkin lah setahun sekali Romadhon ini terlewatkan dengan sia-sia.

Masjid Raya Batam Center yang biasa jadi pilihan untuk bisa berdiam diri disana. Pulang ot jam 7 malam langsung meluncur dengan Metro trans ke Batam Center. Kalau pun terlambat untuk Tarawih, masih ada Tarawih shift malam. Heheh setelah itu ada materi ceramah dari para Ustadz. Kebutuhan makan sahur sudah ada yg ngurus. Jadi aman lah. Selepas subuh harus bersiap kerja kembali, balik ke MK. Kl bisa pulang lebih awal bisa pulang ke Dormitory dulu, buat menanyakan kabar teman². Erna Hartati, Erma.... Apa kabar mu??

Semangat agar gajian tinggi juga boleh donk. 😬 sampai malam takbiran pun masih stay di PT. Haha. Pulang-pulang dini hari. Tugas menghitung kekayaan PT. Membantu si mbok leader dan Supervisor. Tapi kadang beliau memilih pulang lebih dulu, dan tinggal lah berteman komputer dan para bozz pemegang kekuasaan.

Ada mbak Yuli dr Tanjung Uncang, intokiyah di PE, mbak F Zakiyah di warehouse, mbak Erna di purchasing, dan para operator lainnya. Makan malam pun tersedia dengan jumlah yg limited waktu itu. Sepiii dan dingin suasana PT. Hanya panas di ruangan lt.2 dan 3. Haha pusing dg section masing².

Apa kabar Muka Kuning sekarang??
Masih Kan ramai dg para ikhwan akhwat yg semangat untuk bekerja dan mengaji.
Salam buat semua yg mengenal ku...

Mohon maaf atas semua ya😊


Masih tentang memori tanah Rantau.😬

Melihat para senior sukses dipekerjaannya pasti ikut bahagia. Mbak "Yayuk" yang dengan gigihnya menyempatkan kuliah sambil bekerja menjadikan nya seorang planner yang handal. Tapi waktu itu yg kubayangkan tentang capek dan dana belajarnya. Hahaha kan Niatan awalnya pingin punya uang dulu. Kalau uang nya dipakai buat biaya masuk kuliah takutnya terseok dalam perjalanan. Hehe itu pemikiran waktu itu.

Setiap kali dapat pembekalan awal dari para trainer saat OJT, pesannya adalah gunakan kesempatan hidup dan kerja disini dengan sebaik-baiknya. Kata Batam itu bisa dibuat dua pilihan :
BATAM : Bila Anda Tiba Akan Menyesal
BATAM : Bila Anda Tabah Akan Menang
Nah... Mau pilih yang pertama? Bisa sj. Bisa dengan menjadi karyawan yang aktivitas keseharian nya hanya PT dan dormitori sj. Habis gajian sedot atm dibawa ke Mall, selesai. Selesai gajian maka selesai semua, nunggu gajian selanjutnya.😩

Nasehat yang sangat ngeri dari para senior bagi para New comer adalah "hati-hati bawa diri", jangan sampai menjadi orang yang memilih kata Batam yang pertama itu, jangan karena merasa terlepas dari pengawasan ortu dan punya uang (banyak) sendiri maka pola hidup bisa semuanya sendiri. Harus bisa bergaul dan memilih teman yg memberi manfaat. Pesan yang sangat berharga sebagaimana pesan setiap orang tua yg melepas anak perempuannya di Rantauan. Harus Tabah dan kuat jika ingin menang.

Ada teman² seangkatan recruitment biasa mangkal di Club malam, merokok, dll. Itu sih pilihan mereka sendiri. Yang tak jarang banyak kabar ada yang dipulangkan PT dalam bentuk jenazah. Ngeri kan?? Ada yg sakit karena sakit malaria, ada juga yg karena "kecelakaan". (silahkan berasumsi sendiri dengan kata petik atas itu). Itulah pilihan yg pertama, hanya menjadi penghuni dormitori murni atau bermain suka-suka hati diluaran dengan tidak adanya kontrol terhadap etika masyarakat.

Pilihan untuk sukses dunia akhirat itulah yg terbaik tentunya. Dan ternyata banyak sekali yg memilih jalan cerdas ini. Dengan memanfaatkan waktu yg sebaik-baiknya untuk bekerja mencari maisyah agar bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri. Dengan penghasilan untuk membahagiakan orang tua dan menabung untuk masa depan. 😊

Pemikiran ku waktu itu sederhana saja, Kalau pun nanti aku sudah pulang entah karena EOC atau dipulangkan PT pastilah secara kodrati seorang wanita itu akan berakhir menjadi seorang Ibu Rumah Tangga. Betul tidak?? Maka pilihan waktu itu adalah mencari sesuatu yg bisa dijadikan bekal dalam hidup. Eeeaaa...

Setelah kenal banyak teman dari lain dormitori, terpilihlah belajar menjahit yang InsyaaAlloh akan banyak manfaat. Bukan untuk menjadi seorang penjahit handal, namun bisa membuat baju untuk diri sendiri saja itu sudah cukup. Saudari setarbiyah dan juga seorang guru kursus waktu itu adalah mbak Elis. Di dorm block A5. Belajar dari jam 9 sampai jam 11. Baik shift pagi maupun malam.

Rasa ngantuk pulang shift malam jam 7 trus harus belajar sampai jam 11 siang sudah tidak boleh menguasai nafsu malas dihati. Kebayang teman yg sama dengan semangat belajar untuk membawa pulang bekal keterampilan untuk diterapkan nanti ditengah masyarakat. Heheh

.... Pengalaman itulah yang membekas hingga sekarang. Bagaimanapun keadaan kita, pasti akan ada jalan berupa petunjuk Allah yang akan mampu memberi solusi hidup, dengan syarat kita selalu berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ridho Alloh itu. Semoga kali ini, Allah berikan jalan yang terbaik juga. Amiin. 😊

Tak ada baju baru kali ini, kain nganggur di lemari InsyaaAlloh bisa jadi hal Special di lebaran kali ini. Hehehe jahit sendiri. Hemat!!!

😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar