Hobi Masa Lampau
Hari ini merupakan hari terakhir setor tugas ke-2 setelah kemarin menerima materi belajar minggu ke dua dari WAG SGI kelas menulis angkatan 4 dari Ustadz Eka.
Senang sekali bisa ikut menyimak dan mengenal profil teman-teman satu grup. Aku rasakan mereka semua sungguh luar biasa dalam hal tulis menulis. Ada yang sudah mempunyai buku solo, buku puisi ataupun buku-buku antologi. Usianya pun masih muda muda.
Special yang kurasakan adalah saat membaca profil saudari ku Januar Ani ST. Hehe Sambil senyum-senyum sendiri dan sambil meneguhkan, memang benar diantara kami banyak persamaan. Termasuk tentang hobi masa muda dulu. π¬
Mungkin bukan cuma aku atau Januar ani saja yang suka dengan musik saat masih diusia sekolah khususnya level SMP. Mendengarkan musik mungkin jadi salah satu hobi yang biasa dituliskan di address book jaman dulu.
Mungkin aku bukan pujangga
Mungkin aku tak selalu ada
Ini diriku apa adanya....
Itu lah apa adanya aku saat itu. Jika lirik lagu itu merupakan sebuah sair atau puisi, maka aku belum bisa menulis seperti itu. Karena dalam pelajaran bahasa indonesia yang paling sering menjadi tugas adalah membuat pantun. Kalau untuk membuat puisi, rasa-rasanya sangat jarang. Nah... Katanya dengan seni bisa memperhalus perasaan. Makanya saat hobbi mendengarkan musik, mempunyai catatan lirik tersebut itu sebuah keharusan. Biar lebih bisa mengerti makna dari sebuah lagu atau sebuah syair. Hehe
Januar Ani sepertinya senang menulis lirik dari segala jenis musik yang didengarnya. Kl aku mungkin lebih sedikit khusus. Hanya lagu pop indo dan manca yang enak didengar saja.
Agenda tetap mingguan adalah nongkrongin chart lagu indo di siang hari dan chart lagu manca di malam harinya di radio kesayangan DCS.FM. Saat itu lah biasanya waktu untuk menulis lirik New entry. Dengan 3 sampai 4 kali dengar bisa selesai nulis lirik lagu tersebut. Jadi.... Buku kumpulan lirik lagu dan pulpen selalu ada disamping radio. Untuk New entry lagu manca yaitu lagu berbahasa Inggris, ada program khusus dari pihak radio, yaitu didekte. Mudah kan? Dipandu oleh kak ukick seorang penyiar radio.
Begitu lah hobbi jaman Lampau. Semenjak sekolah di luar kota pada saat selevel SMA, hobbi mendengar musik menjadi berkurang. Karena nge kost di rumah orang dan ndak punya radio.
Jika pun ada kesalahan atau dosa jaman itu, semoga Allah mengampuni dosaku. Amiiinnn
#ceritaold
#ighfirlii
#kelas_menulis
Catatan Perjalanan Hidup
Kamis, 14 Juni 2018
Kenangan di Rantauan
Saat seperti ini, jadi ingat tentang perjalanan hidup di tanah Rantau sana.
10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Niatan untuk mendapatkan semua, materi iya ibadah ya jelas tentu. Karena tak mungkin lah setahun sekali Romadhon ini terlewatkan dengan sia-sia.
Masjid Raya Batam Center yang biasa jadi pilihan untuk bisa berdiam diri disana. Pulang ot jam 7 malam langsung meluncur dengan Metro trans ke Batam Center. Kalau pun terlambat untuk Tarawih, masih ada Tarawih shift malam. Heheh setelah itu ada materi ceramah dari para Ustadz. Kebutuhan makan sahur sudah ada yg ngurus. Jadi aman lah. Selepas subuh harus bersiap kerja kembali, balik ke MK. Kl bisa pulang lebih awal bisa pulang ke Dormitory dulu, buat menanyakan kabar teman². Erna Hartati, Erma.... Apa kabar mu??
Semangat agar gajian tinggi juga boleh donk. π¬ sampai malam takbiran pun masih stay di PT. Haha. Pulang-pulang dini hari. Tugas menghitung kekayaan PT. Membantu si mbok leader dan Supervisor. Tapi kadang beliau memilih pulang lebih dulu, dan tinggal lah berteman komputer dan para bozz pemegang kekuasaan.
Ada mbak Yuli dr Tanjung Uncang, intokiyah di PE, mbak F Zakiyah di warehouse, mbak Erna di purchasing, dan para operator lainnya. Makan malam pun tersedia dengan jumlah yg limited waktu itu. Sepiii dan dingin suasana PT. Hanya panas di ruangan lt.2 dan 3. Haha pusing dg section masing².
Apa kabar Muka Kuning sekarang??
Masih Kan ramai dg para ikhwan akhwat yg semangat untuk bekerja dan mengaji.
Salam buat semua yg mengenal ku...
Mohon maaf atas semua yaπ
Masih tentang memori tanah Rantau.π¬
Melihat para senior sukses dipekerjaannya pasti ikut bahagia. Mbak "Yayuk" yang dengan gigihnya menyempatkan kuliah sambil bekerja menjadikan nya seorang planner yang handal. Tapi waktu itu yg kubayangkan tentang capek dan dana belajarnya. Hahaha kan Niatan awalnya pingin punya uang dulu. Kalau uang nya dipakai buat biaya masuk kuliah takutnya terseok dalam perjalanan. Hehe itu pemikiran waktu itu.
Setiap kali dapat pembekalan awal dari para trainer saat OJT, pesannya adalah gunakan kesempatan hidup dan kerja disini dengan sebaik-baiknya. Kata Batam itu bisa dibuat dua pilihan :
BATAM : Bila Anda Tiba Akan Menyesal
BATAM : Bila Anda Tabah Akan Menang
Nah... Mau pilih yang pertama? Bisa sj. Bisa dengan menjadi karyawan yang aktivitas keseharian nya hanya PT dan dormitori sj. Habis gajian sedot atm dibawa ke Mall, selesai. Selesai gajian maka selesai semua, nunggu gajian selanjutnya.π©
Nasehat yang sangat ngeri dari para senior bagi para New comer adalah "hati-hati bawa diri", jangan sampai menjadi orang yang memilih kata Batam yang pertama itu, jangan karena merasa terlepas dari pengawasan ortu dan punya uang (banyak) sendiri maka pola hidup bisa semuanya sendiri. Harus bisa bergaul dan memilih teman yg memberi manfaat. Pesan yang sangat berharga sebagaimana pesan setiap orang tua yg melepas anak perempuannya di Rantauan. Harus Tabah dan kuat jika ingin menang.
Ada teman² seangkatan recruitment biasa mangkal di Club malam, merokok, dll. Itu sih pilihan mereka sendiri. Yang tak jarang banyak kabar ada yang dipulangkan PT dalam bentuk jenazah. Ngeri kan?? Ada yg sakit karena sakit malaria, ada juga yg karena "kecelakaan". (silahkan berasumsi sendiri dengan kata petik atas itu). Itulah pilihan yg pertama, hanya menjadi penghuni dormitori murni atau bermain suka-suka hati diluaran dengan tidak adanya kontrol terhadap etika masyarakat.
Pilihan untuk sukses dunia akhirat itulah yg terbaik tentunya. Dan ternyata banyak sekali yg memilih jalan cerdas ini. Dengan memanfaatkan waktu yg sebaik-baiknya untuk bekerja mencari maisyah agar bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri. Dengan penghasilan untuk membahagiakan orang tua dan menabung untuk masa depan. π
Pemikiran ku waktu itu sederhana saja, Kalau pun nanti aku sudah pulang entah karena EOC atau dipulangkan PT pastilah secara kodrati seorang wanita itu akan berakhir menjadi seorang Ibu Rumah Tangga. Betul tidak?? Maka pilihan waktu itu adalah mencari sesuatu yg bisa dijadikan bekal dalam hidup. Eeeaaa...
Setelah kenal banyak teman dari lain dormitori, terpilihlah belajar menjahit yang InsyaaAlloh akan banyak manfaat. Bukan untuk menjadi seorang penjahit handal, namun bisa membuat baju untuk diri sendiri saja itu sudah cukup. Saudari setarbiyah dan juga seorang guru kursus waktu itu adalah mbak Elis. Di dorm block A5. Belajar dari jam 9 sampai jam 11. Baik shift pagi maupun malam.
Rasa ngantuk pulang shift malam jam 7 trus harus belajar sampai jam 11 siang sudah tidak boleh menguasai nafsu malas dihati. Kebayang teman yg sama dengan semangat belajar untuk membawa pulang bekal keterampilan untuk diterapkan nanti ditengah masyarakat. Heheh
.... Pengalaman itulah yang membekas hingga sekarang. Bagaimanapun keadaan kita, pasti akan ada jalan berupa petunjuk Allah yang akan mampu memberi solusi hidup, dengan syarat kita selalu berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ridho Alloh itu. Semoga kali ini, Allah berikan jalan yang terbaik juga. Amiin. π
Tak ada baju baru kali ini, kain nganggur di lemari InsyaaAlloh bisa jadi hal Special di lebaran kali ini. Hehehe jahit sendiri. Hemat!!!
π
10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Niatan untuk mendapatkan semua, materi iya ibadah ya jelas tentu. Karena tak mungkin lah setahun sekali Romadhon ini terlewatkan dengan sia-sia.
Masjid Raya Batam Center yang biasa jadi pilihan untuk bisa berdiam diri disana. Pulang ot jam 7 malam langsung meluncur dengan Metro trans ke Batam Center. Kalau pun terlambat untuk Tarawih, masih ada Tarawih shift malam. Heheh setelah itu ada materi ceramah dari para Ustadz. Kebutuhan makan sahur sudah ada yg ngurus. Jadi aman lah. Selepas subuh harus bersiap kerja kembali, balik ke MK. Kl bisa pulang lebih awal bisa pulang ke Dormitory dulu, buat menanyakan kabar teman². Erna Hartati, Erma.... Apa kabar mu??
Semangat agar gajian tinggi juga boleh donk. π¬ sampai malam takbiran pun masih stay di PT. Haha. Pulang-pulang dini hari. Tugas menghitung kekayaan PT. Membantu si mbok leader dan Supervisor. Tapi kadang beliau memilih pulang lebih dulu, dan tinggal lah berteman komputer dan para bozz pemegang kekuasaan.
Ada mbak Yuli dr Tanjung Uncang, intokiyah di PE, mbak F Zakiyah di warehouse, mbak Erna di purchasing, dan para operator lainnya. Makan malam pun tersedia dengan jumlah yg limited waktu itu. Sepiii dan dingin suasana PT. Hanya panas di ruangan lt.2 dan 3. Haha pusing dg section masing².
Apa kabar Muka Kuning sekarang??
Masih Kan ramai dg para ikhwan akhwat yg semangat untuk bekerja dan mengaji.
Salam buat semua yg mengenal ku...
Mohon maaf atas semua yaπ
Masih tentang memori tanah Rantau.π¬
Melihat para senior sukses dipekerjaannya pasti ikut bahagia. Mbak "Yayuk" yang dengan gigihnya menyempatkan kuliah sambil bekerja menjadikan nya seorang planner yang handal. Tapi waktu itu yg kubayangkan tentang capek dan dana belajarnya. Hahaha kan Niatan awalnya pingin punya uang dulu. Kalau uang nya dipakai buat biaya masuk kuliah takutnya terseok dalam perjalanan. Hehe itu pemikiran waktu itu.
Setiap kali dapat pembekalan awal dari para trainer saat OJT, pesannya adalah gunakan kesempatan hidup dan kerja disini dengan sebaik-baiknya. Kata Batam itu bisa dibuat dua pilihan :
BATAM : Bila Anda Tiba Akan Menyesal
BATAM : Bila Anda Tabah Akan Menang
Nah... Mau pilih yang pertama? Bisa sj. Bisa dengan menjadi karyawan yang aktivitas keseharian nya hanya PT dan dormitori sj. Habis gajian sedot atm dibawa ke Mall, selesai. Selesai gajian maka selesai semua, nunggu gajian selanjutnya.π©
Nasehat yang sangat ngeri dari para senior bagi para New comer adalah "hati-hati bawa diri", jangan sampai menjadi orang yang memilih kata Batam yang pertama itu, jangan karena merasa terlepas dari pengawasan ortu dan punya uang (banyak) sendiri maka pola hidup bisa semuanya sendiri. Harus bisa bergaul dan memilih teman yg memberi manfaat. Pesan yang sangat berharga sebagaimana pesan setiap orang tua yg melepas anak perempuannya di Rantauan. Harus Tabah dan kuat jika ingin menang.
Ada teman² seangkatan recruitment biasa mangkal di Club malam, merokok, dll. Itu sih pilihan mereka sendiri. Yang tak jarang banyak kabar ada yang dipulangkan PT dalam bentuk jenazah. Ngeri kan?? Ada yg sakit karena sakit malaria, ada juga yg karena "kecelakaan". (silahkan berasumsi sendiri dengan kata petik atas itu). Itulah pilihan yg pertama, hanya menjadi penghuni dormitori murni atau bermain suka-suka hati diluaran dengan tidak adanya kontrol terhadap etika masyarakat.
Pilihan untuk sukses dunia akhirat itulah yg terbaik tentunya. Dan ternyata banyak sekali yg memilih jalan cerdas ini. Dengan memanfaatkan waktu yg sebaik-baiknya untuk bekerja mencari maisyah agar bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri. Dengan penghasilan untuk membahagiakan orang tua dan menabung untuk masa depan. π
Pemikiran ku waktu itu sederhana saja, Kalau pun nanti aku sudah pulang entah karena EOC atau dipulangkan PT pastilah secara kodrati seorang wanita itu akan berakhir menjadi seorang Ibu Rumah Tangga. Betul tidak?? Maka pilihan waktu itu adalah mencari sesuatu yg bisa dijadikan bekal dalam hidup. Eeeaaa...
Setelah kenal banyak teman dari lain dormitori, terpilihlah belajar menjahit yang InsyaaAlloh akan banyak manfaat. Bukan untuk menjadi seorang penjahit handal, namun bisa membuat baju untuk diri sendiri saja itu sudah cukup. Saudari setarbiyah dan juga seorang guru kursus waktu itu adalah mbak Elis. Di dorm block A5. Belajar dari jam 9 sampai jam 11. Baik shift pagi maupun malam.
Rasa ngantuk pulang shift malam jam 7 trus harus belajar sampai jam 11 siang sudah tidak boleh menguasai nafsu malas dihati. Kebayang teman yg sama dengan semangat belajar untuk membawa pulang bekal keterampilan untuk diterapkan nanti ditengah masyarakat. Heheh
.... Pengalaman itulah yang membekas hingga sekarang. Bagaimanapun keadaan kita, pasti akan ada jalan berupa petunjuk Allah yang akan mampu memberi solusi hidup, dengan syarat kita selalu berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ridho Alloh itu. Semoga kali ini, Allah berikan jalan yang terbaik juga. Amiin. π
Tak ada baju baru kali ini, kain nganggur di lemari InsyaaAlloh bisa jadi hal Special di lebaran kali ini. Hehehe jahit sendiri. Hemat!!!
π
Perjalanan Pulang Liburan 2017
Naik Bis
Zaman sekolah dulu, naik bis adalah hal yg biasa. Perjalanan kurang lebih satu jam itu diawali dengan menunggu datangnya si bis. Bisa 5 menit bisa juga satu jam lebih. Hehehe
Banyak nya anak Ngawi yg mau belajar di kota sebelah, yaitu Madiun menjadikan tiap senin pagi sangat banyak sekali anak sekolah yg terlihat kompak nunggu dan antri kedatangan bis kesayangan. π Karena sedikit banyak mereka memilih cari kost an di Madiun. Seperti aku. Senin berangkat, rabu pulang atau sekalian sabtu pulang sekolah baru mudik ke Ngawi.
Tarif bis untuk anak sekolah waktu itu hanya Rp. 500 tok. Itu klau pakai bis lintas Propinsi atau bis malam. Jika terpaksa harus naik bis antar kota dalam Propinsi, tarif nya Rp. 1.000,-. Murah kan ya?? π seneng nya lagi kl ada kakak kelas yg bilang "wes, sekalian iki wae, Va“ hehehe. Semoga yg baik hati seperti itu sekarang Alloh mudah kan rizki nya. Amiin.
Hari Senin, hari yg sangat biasa untuk telat. Kena marah waka kesiswaan atau guru BK sudah biasa. Heheh apalagi masuk kelas nya pak Karsono. Di marah tentulah pasti, walaupun sudah bawa kartu dispensasi dr BK. Mohon maaf ya Pak Guru. Bukan Pilih ² Bis, hanya ingin cepat diperjalanan. Krn kl pake bis angkel, pasti akan lama. Krn pasti akan berhenti lama saat di pasar atau terminal. Apalagi kl sampai terminal Madiun, harus oper cari bis lainnya. Begitu lah Pak Guru, semoga memahami kami waktu itu. π
Tapi ada lucu nya juga sih kl naik bis engkel itu. Kadang ada tulisan² iseng di tempat duduk bis. Jaman dulu, saat belum marak hp. Kursi penumpang itu dijadikan mading untuk kirim - mengirim salam. Hahaha... Ada yg nulis pakai tipe-x ada yg sekedar pakai pulpen. Hanya sebatas itu. Kl anak jaman now, pastilah chat dg menggunakan sekian banyak aplikasi sosmed saat ini. Semoga sj Anak² jaman sekarang dan yg paling penting adalah #mengingatkan_diri_sendiri semoga bisa menggunakan media komunikasi elektronik itu dengan bijak, cerdas, dilandasi keimanan.
Ehhhh... Kembali ke Bis. Hehehe efek ndak sigap dan terlalu santai tentang tiket pulang. Yach akhirnya harus pakai bis. Alhamdulillah sih masih dapat tiket. Krn rencana pulang tgl 27 jd gagal. Semua Po bis sudah penuh juga. Adanya ya tinggal armada ini saja.
Nah... Karena itulah saat ini sedang berusaha sabar dan menikmati datangnya bis. Delay sudah 5 jam lebihπ belum nongol juga yg di tunggu. Zaman sekolah dulu santai saja, krn kan masih ada upacara dan biasanya terlambat nya jamaah. Beda dg saat ini. Sudah jam 01.05, dini hari, saat nikmatnya terlelap hehehe disini malah ada perasaan ngeri dan sebel lihat polah beberap laki² dan perempuan yg keluar masuk tempat maksiat. Iiiihhhh ngeriπ‘.
Tinggal 7 orang yg bernasib sama disini. Nunggu datangnya bis.
Mohon maaf ya teman² kemungkinan besok belum bisa masuk kerja. π
To be continued ya...
#ceritajamandulu
#Efek_bosen
#jangan_dibaca
... Alhamdulillah, jam 02.07 bis yg ditunggu datang juga.
Tak sesuai bayangan... Kursi yg tertera di tiket sudah ada yg ngisi. Dan kok bisa semua kursi telah penuh. Padahal kami ber-7 yg punya tiket atas nama po resmi bis ini.
Walaupun ada seorang bapak yg merelakan kursi nya untuk kami, jelas saja ini bukan lah keadilan. Sudah “ngoyot“ kami menunggu, malah harus upacara di bis. Siapa yg mau coba 12 jam harus berdiri, perjalanan jauh. Dari jawa barat sampai Jawa Timur. Ya kan??
Menunggu agak lama, akhirnya bapak agen resmi akhirnya menertibkan para penumpang selundupan dari po *a*u *ri*a. Alhamdulillah akhirnya kami ber-7 mendapatkan hak kami.
Kasian para penumpang selundupan itu, harus rela dan mau duduk di bawah. Diantara kursi. Mohon maaf ya mas mas... Kalian pun korban.
Jadi pengalaman, jangan mau ya kl nama tiketnya tidak sesuai bis yg dinaiki. Krn itu berarti kita telah ditipu oleh agen penjual tiket.
Jadi kapok naik bis jarak jauh. Tetap lebih enak naik kereta api. Heheh yg ndak setuju ndak papa. π
Subhanalladzi sakkhoro Lana, hadza wama kunna lahu muqrinina wa inna ila robbina lamunqolibun.
OTW to Ngawi
#ngeBis
Distatus sebelum nya ku katakan "kapok" naik bis jarak jauh. Hehehe mungkin sangat keterlaluan kali ya... Harusnya ndak boleh seperti itu ya... Maafπ
Yang kurasakan memang sangat beda antara naik kereta api dg naik bis. Dari lamanya perjalanan bisa selisih 3-4 jam lebih. Lebih lama di bis drpd kereta. Di kereta Menurutku juga lebih mudah bergerak, lebih bebas drpd di bis. Fasilitas toilet ya tetap nyaman di kereta. Jam tiba pun kereta itu pasti disiplin. Seperti yg tertulis di tiket. Itu menurut ku... Jika ada yg mau menambah atau menyangkal Boleh ² sj. Silahkan.
Tadi pagi berangkat dr Cikampek jam 02.08 tgl 29 Desember 2017. walaupun secara tertulis di tiket adalah tgl 28 desember pukul 17.45. Sekarang jam 15.15 bis kami baru memasuki Mantingan. Semoga satu jam lagi bisa sampai rumah.
Melihat baterai hp sudah low. Hahaha ada berita yg mesti disimak masalahnya. Jd on terus. Sempat gerimis juga membaca puisi nya FH dan Demiz. Itulah perjalanan hidup. Kadang kita harus bisa menerima semuanya ketetapan itu. Walaupun berat rasanya.
#masihotwngawi
29 Desember 2017
Zaman sekolah dulu, naik bis adalah hal yg biasa. Perjalanan kurang lebih satu jam itu diawali dengan menunggu datangnya si bis. Bisa 5 menit bisa juga satu jam lebih. Hehehe
Banyak nya anak Ngawi yg mau belajar di kota sebelah, yaitu Madiun menjadikan tiap senin pagi sangat banyak sekali anak sekolah yg terlihat kompak nunggu dan antri kedatangan bis kesayangan. π Karena sedikit banyak mereka memilih cari kost an di Madiun. Seperti aku. Senin berangkat, rabu pulang atau sekalian sabtu pulang sekolah baru mudik ke Ngawi.
Tarif bis untuk anak sekolah waktu itu hanya Rp. 500 tok. Itu klau pakai bis lintas Propinsi atau bis malam. Jika terpaksa harus naik bis antar kota dalam Propinsi, tarif nya Rp. 1.000,-. Murah kan ya?? π seneng nya lagi kl ada kakak kelas yg bilang "wes, sekalian iki wae, Va“ hehehe. Semoga yg baik hati seperti itu sekarang Alloh mudah kan rizki nya. Amiin.
Hari Senin, hari yg sangat biasa untuk telat. Kena marah waka kesiswaan atau guru BK sudah biasa. Heheh apalagi masuk kelas nya pak Karsono. Di marah tentulah pasti, walaupun sudah bawa kartu dispensasi dr BK. Mohon maaf ya Pak Guru. Bukan Pilih ² Bis, hanya ingin cepat diperjalanan. Krn kl pake bis angkel, pasti akan lama. Krn pasti akan berhenti lama saat di pasar atau terminal. Apalagi kl sampai terminal Madiun, harus oper cari bis lainnya. Begitu lah Pak Guru, semoga memahami kami waktu itu. π
Tapi ada lucu nya juga sih kl naik bis engkel itu. Kadang ada tulisan² iseng di tempat duduk bis. Jaman dulu, saat belum marak hp. Kursi penumpang itu dijadikan mading untuk kirim - mengirim salam. Hahaha... Ada yg nulis pakai tipe-x ada yg sekedar pakai pulpen. Hanya sebatas itu. Kl anak jaman now, pastilah chat dg menggunakan sekian banyak aplikasi sosmed saat ini. Semoga sj Anak² jaman sekarang dan yg paling penting adalah #mengingatkan_diri_sendiri semoga bisa menggunakan media komunikasi elektronik itu dengan bijak, cerdas, dilandasi keimanan.
Ehhhh... Kembali ke Bis. Hehehe efek ndak sigap dan terlalu santai tentang tiket pulang. Yach akhirnya harus pakai bis. Alhamdulillah sih masih dapat tiket. Krn rencana pulang tgl 27 jd gagal. Semua Po bis sudah penuh juga. Adanya ya tinggal armada ini saja.
Nah... Karena itulah saat ini sedang berusaha sabar dan menikmati datangnya bis. Delay sudah 5 jam lebihπ belum nongol juga yg di tunggu. Zaman sekolah dulu santai saja, krn kan masih ada upacara dan biasanya terlambat nya jamaah. Beda dg saat ini. Sudah jam 01.05, dini hari, saat nikmatnya terlelap hehehe disini malah ada perasaan ngeri dan sebel lihat polah beberap laki² dan perempuan yg keluar masuk tempat maksiat. Iiiihhhh ngeriπ‘.
Tinggal 7 orang yg bernasib sama disini. Nunggu datangnya bis.
Mohon maaf ya teman² kemungkinan besok belum bisa masuk kerja. π
To be continued ya...
#ceritajamandulu
#Efek_bosen
#jangan_dibaca
... Alhamdulillah, jam 02.07 bis yg ditunggu datang juga.
Tak sesuai bayangan... Kursi yg tertera di tiket sudah ada yg ngisi. Dan kok bisa semua kursi telah penuh. Padahal kami ber-7 yg punya tiket atas nama po resmi bis ini.
Walaupun ada seorang bapak yg merelakan kursi nya untuk kami, jelas saja ini bukan lah keadilan. Sudah “ngoyot“ kami menunggu, malah harus upacara di bis. Siapa yg mau coba 12 jam harus berdiri, perjalanan jauh. Dari jawa barat sampai Jawa Timur. Ya kan??
Menunggu agak lama, akhirnya bapak agen resmi akhirnya menertibkan para penumpang selundupan dari po *a*u *ri*a. Alhamdulillah akhirnya kami ber-7 mendapatkan hak kami.
Kasian para penumpang selundupan itu, harus rela dan mau duduk di bawah. Diantara kursi. Mohon maaf ya mas mas... Kalian pun korban.
Jadi pengalaman, jangan mau ya kl nama tiketnya tidak sesuai bis yg dinaiki. Krn itu berarti kita telah ditipu oleh agen penjual tiket.
Jadi kapok naik bis jarak jauh. Tetap lebih enak naik kereta api. Heheh yg ndak setuju ndak papa. π
Subhanalladzi sakkhoro Lana, hadza wama kunna lahu muqrinina wa inna ila robbina lamunqolibun.
OTW to Ngawi
#ngeBis
Distatus sebelum nya ku katakan "kapok" naik bis jarak jauh. Hehehe mungkin sangat keterlaluan kali ya... Harusnya ndak boleh seperti itu ya... Maafπ
Yang kurasakan memang sangat beda antara naik kereta api dg naik bis. Dari lamanya perjalanan bisa selisih 3-4 jam lebih. Lebih lama di bis drpd kereta. Di kereta Menurutku juga lebih mudah bergerak, lebih bebas drpd di bis. Fasilitas toilet ya tetap nyaman di kereta. Jam tiba pun kereta itu pasti disiplin. Seperti yg tertulis di tiket. Itu menurut ku... Jika ada yg mau menambah atau menyangkal Boleh ² sj. Silahkan.
Tadi pagi berangkat dr Cikampek jam 02.08 tgl 29 Desember 2017. walaupun secara tertulis di tiket adalah tgl 28 desember pukul 17.45. Sekarang jam 15.15 bis kami baru memasuki Mantingan. Semoga satu jam lagi bisa sampai rumah.
Melihat baterai hp sudah low. Hahaha ada berita yg mesti disimak masalahnya. Jd on terus. Sempat gerimis juga membaca puisi nya FH dan Demiz. Itulah perjalanan hidup. Kadang kita harus bisa menerima semuanya ketetapan itu. Walaupun berat rasanya.
#masihotwngawi
29 Desember 2017
Langganan:
Postingan (Atom)